Saat Kebahagian menyapa, terkadang bahkan sering diri ini melupakannya
Saat Kesibukan membelenggu, Jangankan tersenyum, Melihatnya pun enggan
Saat Kemapanan telah diraih, Lupa, jika itu semua karena doanya tiap tengah malam tiada henti
Bukan sejuta mawar yang ia butuhkan
Bukan gepokan uang yang ia cari
Bukan istana mewah yang ia inginkan
Satu dan
Hanya satu pintanya, tidak lebih
Yaitu KAMU
Hadirmu dalam hadirnya
Ibu ...
Emak ...
Bunda ...
Mama ...
Ummi ...
Maafkan anakmu ini ...
Kini aku hadir untukmu
Menemui relung kerinduanmu
Mencium punggung tangan dan wajahmu
Mengusap air matamu
Menjagamu dari gelap dan sunyi
Senyum ini akan selalu bersinar untukmu
Peluk Hangat membelai tubuhmu






0 komentar:
Posting Komentar